Jakarta, 27 Juni 2026
Widya Erti Indonesia meluncurkan Kampanye AKAR (Aksi, Kolaborasi, Akses, dan Regenerasi), sebuah gerakan kolaboratif untuk memperkuat regenerasi dan partisipasi anak muda dalam pembangunan desa. Kampanye ini mendorong aksi nyata yang melibatkan generasi muda desa dan perkotaan untuk berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, sektor swasta, media, dan masyarakat sipil. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan terbukanya akses terhadap jejaring, informasi, pengetahuan, dan pengembangan diri bagi generasi muda desa untuk berkarya dan membangun desanya secara berkelanjutan.
Kampanye AKAR diluncurkan melalui Dialog Publik yang bertemakan “Generasi Muda Desa Sebagai Katalisator Pembangunan Berkelanjutan” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (27/6).
Peluncuran Kampanye AKAR berangkat dari tantangan regenerasi yang dihadapi oleh banyak desa di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Migrasi Indonesia Hasil Long Form Sensus Penduduk yang dipublikasikan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari separuh masyarakat desa yang berpindah ke kota di Indonesia adalah orang muda berusia 20–39 tahun. Fenomena ini menunjukkan bahwa mobilitas penduduk di Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda yang produktif.
Ketika semakin banyak generasi muda desa memilih pergi, desa berisiko kehilangan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk meneruskan pembangunan dan mengembangkan potensi lokal di desanya.
Salah satu anak muda dari Lembang Maroson di Toraja, Mercrys, menilai bahwa akses terhadap jejaring dan pengetahuan menjadi faktor penting bagi anak muda untuk memanfaatkan potensi di desanya, “Kalau anak muda desa memiliki jejaring yang kuat dan akses pengetahuan, kita mampu berinovasi dengan mengembangkan potensi yang ada di sekitar desa”.

Pandangan ini juga menjadi perhatian pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya generasi muda desa, “Urbanisasi merupakan bagian dari dinamika pembangunan yang tidak dapat dihindari. Namun, desa tetap harus menjadi ruang yang memberikan harapan bagi generasi muda untuk meningkatkan potensi dan keahliannya. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia desa harus berjalan beriringan dengan perluasan akses dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Dicky Yosepial, Kepala Pusat Pelatihan SDM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Menjawab kebutuhan tersebut, Widya Erti Indonesia menggagas Kampanye AKAR sebagai gerakan kolaborasi untuk memperkuat akses dan meningkatkan kapasitas generasi muda desa. “Desa tidak kekurangan potensi, tetapi sering kali kekurangan kesempatan bagi generasi mudanya untuk berkembang. Kampanye AKAR hadir untuk membangun ekosistem yang membuka akses, memperkuat kapasitas, dan memperluas kolaborasi sehingga anak muda dapat melihat desa sebagai tempat yang menjanjikan untuk membangun masa depan,” ujar Wiranatha Krisna, Direktur Widya Erti Indonesia.
Melalui Kampanye AKAR, Widya Erti Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem yang memungkinkan generasi muda tidak hanya melihat desa sebagai tempat asal, tetapi juga sebagai ruang untuk berkarya, berinovasi, dan memimpin pembangunan berkelanjutan.
Tentang Widya Erti Indonesia
Widya Erti Indonesia (WEI) adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan dan kelompok rentan melalui pengembangan inisiatif pendidikan, sosial, dan ekonomi. WEI bekerja bersama masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan inklusif.
Kontak Media:
Henda Gandamanah
Partnership and Communications Manager Widya Erti Indonesia
0821 1486 9986
henda.gandamanah@widyaertiindonesia.org







