
KEMENTERIAN ADMINISTRASI NEGARA TIMOR LESTE KUNJUNGI BOGOR, BELAJAR MODEL PENDAMPINGAN MASYARAKAT WIDYA ERTI INDONESIA
BOGOR, Jawa Barat – 17 November 2025 – Kementerian Administrasi Negara (KAN) Timor Leste melakukan kunjungan lapangan ke Desa Lengkong, Watesjaya, Bogor, untuk mempelajari secara langsung model pendampingan masyarakat dan pengembangan pertanian terintegrasi yang diterapkan oleh Widya Erti Indonesia (WEI).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan yang berlangsung sejak 17 Oktober hingga 26 November 2025, bertujuan untuk mengadopsi praktik terbaik (best practice) dari Indonesia dalam hal tata kelola administrasi dan pendampingan masyarakat desa.
Salah satu fokus dari kunjungan ini adalah Program RURISE (Rural Resilience Initiative) yang dikembangkan oleh WEI di Dusun Lengkong. RURISE adalah program yang bertujuan meningkatkan kedaulatan desa melalui penguatan ekonomi dan ekologi berbasis potensi lokal. Delegasi KAN Timor Leste menyaksikan implementasi sistem pertanian terintegrasi, yang menggabungkan berbagai elemen seperti pertanian tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem terpadu.
Billy Hasbi, Project Manager WEI, menyampaikan optimismenya bahwa sistem ini dapat diadopsi luas. Menurutnya, “Pertanian terintegrasi adalah sistem yang bisa diterapkan di wilayah manapun, termasuk Timor Leste, karena pada dasarnya sistem ini dapat menyesuaikan dengan potensi atau kebutuhan yang ada.” Billy juga menambahkan, adopsi sistem ini memungkinkan untuk diterapkan di Timor Leste karena dapat mendorong produktivitas dan efektivitas hasil pertanian dan peternakan di sana.
Sistem pertanian terintegrasi yang berhasil diterapkan di Lengkong dianggap relevan dan sangat mungkin untuk diadaptasi di Timor Leste, mengingat kesamaan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa di kedua negara. KAN Timor Leste melihat potensi sistem ini sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kemandirian pangan serta peningkatan penghasilan keluarga di tingkat lokal.
Egidio de Jesus Alves, Direktur Nasional Perencanaan dan Keuangan Daerah Kementerian Administrasi Negara Timor Leste, memuji model tersebut, dengan mengatakan, “Pertanian terintegrasi adalah sistem yang bagus karena menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi satu sistem terpadu.” Lebih lanjut, Egidio melihat potensi strategis sistem ini sebagai solusi untuk memasok bahan utama ke proyek besar di Timor Leste, seperti program school feeding. Ia pun menutup pernyataannya dengan harapan besar agar program yang berhasil diterapkan di Dusun Lengkong ini juga dapat segera diimplementasikan di Timor Leste.
Kontak Media:
Nanda Yulfi Chairunnisa
Communication Officer
+ (62) 882006756850
nanda.yulfi@widyaertiindonesia.org
widyaertiindonesia.org







