Lebih dari 1.546 petani kelapa dari 54 desa di Kab. Lampung Timur dan Kab. Lampung Selatan merasakan penurunan serangan hama Wawung setelah dilakukannya penerapan metode chipping (pencacahan) pada batang kelapa mati, tunggul dan bahan organik lapuk yang banyak ditemukan di kebun petani.
Sejak tahun 2024, Widya Erti Indonesia (WEI) bersama Unilever Indonesia mendampingi petani untuk mengendalikan hama Wawung atau Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) yang menjadi ancaman bagi perkebunan kelapa. Wawung dewasa dapat merusak pucuk dan titik tumbuh, sementara Wawung yang masih berupa larva berkembang pada batang kelapa mati dan tumpukan bahan organik. Dalam beberapa kasus, serangan Wawung bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman dan gagal tanam ulang, juga menurunkan produksi nira dan buah yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas dan pendapatan petani.
Sebagai solusi, program ini menerapkan pendekatan Integrated Pest Management (IPM) yang menggabungkan intervensi teknis, pengelolaan lingkungan, dan partisipasi petani untuk menekan populasi hama Wawung. Metode chipping menjadi solusi utama dengan menghancurkan media larva pada batang kelapa mati dan bahan organik, diperkuat melalui sanitasi kebun serta pengendalian pada kumbang dewasa untuk tanaman muda.
Dampak dari program yang dilakukan pada sembilan kecamatan ini memberikan perlindungan pada sekitar 85.878 pohon kelapa di lahan seluas lebih dari 700 hektar. Aktivitas ini mengendalikan lebih dari 600 ribu larva wawung untuk menjaga investasi tanaman muda dan produktivitas tanaman dewasa. Penurunan tekanan serangan di titik strategis turut melindungi kebun kelapa sekitar dan sebagian kebun kelapa sawit rakyat dalam lanskap yang sama.
Keberhasilan ini menjadi fokus utama di dalam kegiatan Hari Temu Tani di Kota Metro Lampung yang diinsiasi oleh WEI. Dengan mempertemukan petani, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, forum ini menjadi ruang berbagi pembelajaran lapangan, memperlihatkan praktik baik, serta membuka peluang kolaborasi dan replikasi di wilayah lain.
Salah satu petani penerima manfaat, Tukimun, menyampaikan, “Awalnya saya menanam 55 batang kelapa genjah. Tapi karena hama wawung, sekarang tinggal 4 batang saja. Penanganan yang saya lakukan dulu hanya memberi insektisida di ujung batang kelapa tapi masih tidak efektif dalam membasmi Wawung. Setelah belajar tentang chipping, saya mulai mempraktikkannya di kebun dan sampai saat ini sudah tidak ada wawung lagi.”
Sementara itu, Made Wiranatha Krisna, Direktur Eksekutif Widya Erti Indonesia, mengaskan bahwa forum ini menjadi langkah penting untuk memperluas dampak praktik baik di lapangan, “Hari Temu Tani menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan mengenai efektivitas metode chipping sebagai solusi pengendalian hama. Kegiatan ini juga sekaligus mendorong kolaborasi dan replikasi di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan kebun kelapa rakyat dan kesejahteraan petani.”
Kepala Dinas Ketahanan pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Lampung Timur, Tri Wibowo, menyetujui bahwa kolaborasi dengan berbagai sektor di dalam melanjutkan program chipping ini menjadi langkah penting, “Berkolaborasi dan berbagi peran dengan pemangku kepentingan lain menjadi hal yang penting. Pemerintah Kab. Lampung Timur siap mengambil peran dalam memfasilitasi kebutuhan sarana dan pra-sarana petani kelapa melalui Kelompok Tani yang ada.”
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Lampung Selatan, Mugiono, menyampaikan dalam sesi diskusi, “Program chipping ini sangat mungkin untuk direplikasi di Kab. Lampung Selatan. Kami akan membuat kajian lebih dalam mengenai kebutuhan para petani dan menjadi acuan untuk merumuskan APBD kabupaten, disaat yang bersamaan kami juga berencana untuk membuat program peningkatan kapasitas petani kelapa terkait aktivitas chipping ini.”
Sebagai salah satu daerah yang penting dalam rantai pasok kelapa rakyat, keberhasilan pengendalian hama Wawung di Lampung diharapkan dapat menguatkan stabilitas produksi komoditas kelapa dan memperkuat kesejahteraan petani.







