Pendataan dan Pemberdayaan Petani Sawit Terampil Berkelanjutan

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Widya Erti Indonesia (WEI) dan Golden Agri-Resources (GAR) – SMART Tbk dalam rangka meningkatkan kapasitas petani sawit swadaya di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Program ini dimulai sejak Juni 2025 dan akan berlangsung hingga Desember 2026 dengan tujuan untuk mendorong praktik pertanian yang regeneratif dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kelembagaan petani melalui koperasi.

 

Melalui pendekatan sekolah lapangan (SL) dan penguatan institusi, program ini menargetkan peningkatan kapasitas petani dalam praktik pertanian berkelanjutan, serta membangun struktur kelembagaan petani yang mampu mengelola usaha tani secara kolektif dan patuh terhadap standar keberlanjutan seperti RSPO, ISPO, dan EUDR. WEI berfokus pada pengembangan kapasitas petani melalui pelatihan Best Management Practices (BMP), pencatatan data melalui logbook, serta pembentukan dan pendampingan Internal Control System (ICS) pada koperasi.

Dampak:

01

Peningkatan pengetahuan petani sawit swadaya terkait praktik agronomi berkelanjutan (GAP/BMP)

02

Pembentukan dan penguatan koperasi petani berbasis praktik pertanian berkelanjutan dan manajemen kelembagaan

03

Penerapan sistem dokumentasi dan pencatatan melalui logbook petani dan ICS

04

Akses petani terhadap pasar dan rantai pasok formal meningkat melalui penguatan kelembagaan dan praktik NDPE

Antusiasme masyarakat menyambut program ini amat baik. Terbukti dengan capaian 5 koperasi yang telah terbentuk, tersebar di 2 kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon. Dengan proses awal pemetaan yang panjang, satu per satu petani mulai yakin untuk bergabung dalam pelatihan sekolah lapangan petani. Kesadaran ini didapat karena potensi peningkatan kapasitas dan perekonomian yang bisa didapat oleh masyarakat. Beriringan dengan itu, ICS (Internal Control System) dibentuk sebagai langkah awal pembentukan koperasi petani.

Fokus SDG:

Antusiasme petani terhadap program ini tergambar dari jumlah peserta yang mengikuti sekolah lapangan dan pembentukan koperasi yang mulai aktif merancang struktur kelembagaan mereka. Program ini dilaksanakan di 14 desa di Sekadau dan melibatkan sejumlah mitra strategis seperti PT Agro Andalan (DSN Group), Serikat Petani Kelapa Sawit, Solidaridad Indonesia, CU Keling Kumang, dan sejumlah lembaga pemerintahan lokal.

 

Pelatihan fasilitator lokal (Faslok) menjadi langkah awal penting, dengan 5 orang fasilitator dipersiapkan untuk mendampingi proses sekolah lapangan dan pembentukan ICS. Para fasilitator dilatih secara intensif untuk memastikan efektivitas transfer pengetahuan kepada petani dan mampu merespon kebutuhan spesifik di tiap wilayah.

 

Program ini juga mencakup asesmen kebutuhan, pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dokumentasi dan pencatatan, serta simulasi audit internal bagi koperasi. Dengan demikian, kelembagaan petani tidak hanya berjalan administratif tetapi juga fungsional dan berdaya.